Menurutnya, secara de facto mayoritas bangsa sudah mengakui Palestina adalah negara berdaulat.
"Kami akan tetap kuat dan bersatu, berupaya untuk meraih kemerdekaaan. semua (dukungan) membuat kami sadar dan mendorong dunia internasional mengakui negara kami. Di hadapan anggota PBB, palestina meraih perhatian dan mendapat dukungan lebih dari 100 negara, termasuk parlemen Uni Eropa," kata Rami di sela-sela KTT Asia Afrika, Balai Sidang Jakarta, Rabu (22/4).
Rami, mewakili faksi Fatah, berjanji otoritas Palestina akan mengupayakan perdamaian. Khususnya dengan Hamas yang mengelola Jalur Gaza. Ketika itu dicapai, maka kemerdekaan tinggal tunggu waktu.
Otoritas Palestina pun sudah ancang-ancang membangun ibu kota di Yerusalem.
"Kami menginginkan kedaulatan dan ibu kota palestina nantinya dalah Yerusalem. Kami berniat untuk meraih kemerdakaan. Negara asia afrika terus mendukung kami dan semua upaya itu telah menimbulkan banyak dampak atas eksistensi kami," tandasnya.
Perebutan Yerusalem - yang sekarang diklaim ibu kota Zionis - adalah kunci konflik dengan Palestina. Statusnya sebagai kota suci bagi kaum muslim, Yahudi, dan Nasrani membuat Yerusalem seperti Makkah dan Madinah di Arab Saudi. Keputusan internasional menetapkan tidak boleh ada negara yang mengklaim kepemilikan atas Yerusalem.
Tapi Negara Zionis tetap aktif membangun pemukiman di Yerusalem dan Tepi Barat sejak 1967. Hal ini yang menjadi ganjalan menurut Rami. "Israel masih terus melakukan pembangunan pemukiman ilegal dan ini adalah sebuah kemunduran besar bagi upaya kemerdekaan Palestina."


0 Response to "Jika merdeka Palestina pilih ibu kota di Yerusalem"
Posting Komentar